Categories
Uncategorized

Behel vs Aligner, Pilih yang mana?

Selain behel, belakangan ini juga sering terdengar istilah Invisalign. Apa sebenarnya Invisalign? Invisalign adalah suatu brand ternama yang mempopulerkan perawatan orthodontik dengan menggunakan clear aligner. Berbeda dengan behel, aligner memiliki tingkat estetik yang sangat baik karena terbuat dari lapisan transparan yang melapisi gigi-gigi. Banyak selebriti Hollywood dan Indonesia menggunakan aligner ini untuk memperbaiki susunan gigi-giginya tanpa harus mengganggu tampilan senyumnya dengan objek lain yang terlihat jelas menempel di permukaan gigi-giginya. Hal ini menjadi salah satu faktor Invisalign cukup banyak diminati di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Kembali berbicara tentang behel, terdapat beberapa macam behel yang dapat kita pilih sesuai kebutuhan anda. Sama halnya seperti tren yang populer di masyarakat, semakin mahal dan memiliki nilai estetik yang tinggi, hal ini dianggap bisa meningkatkan gengsi seseorang, apalagi jika jenis behel yang digunakan juga dimiliki oleh selebriti terkenal. Jenis-jenis behel antara lain, metal braces, ceramic braces, sapphire braces, self-ligating braces dan lingual braces. Pemilihan jenis behel pada dasarnya disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan pasien. Cara kerja behel hampir semua sama, yang membedakan adalah material bracket dari behel tersebut. Ceramic dipilih karena memiliki tampilan yang menyerupai warna gigi, sayangnya beberapa laporan menyebutkan bahwa behel jenis ini mudah pecah. Sapphire braces dapat anda pilih karena memiliki tampilan yang sangat baik, dengan warna yang hampir transparan, braces ini sangatlah cocok untuk mereka yang menginginkan tampilan braces yang estetik. Dari segi kekuatan, sapphire braces jauh lebih kuat dibandingkan dengan ceramic braces, kekuatan dari sapphire braces bahkan hampir sama dengan metal braces. Self-ligating dapat anda pilih jika anda kurang mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan kontrol rutin setiap bulan karena bisa dikontrol setiap 3 atau 4 bulan sekali (tergantung kasus). Self-ligating braces pun unggul dari segi kebersihan karena tidak memerlukan karet untuk mengaktifkannya.

Jika membandingkan mana yang lebih baik, tentunya behel dan aligner tidak bisa dibandingkan karena indikasi penggunaannya sedikit berbeda. Behel ditujukan untuk merapikan gigi-gigi yang berjejal dengan kasus ringan sampai berat, sedangkan aligner ditujukan hanya sebatas untuk merapikan gigi-gigi berjejal atau berjarak dengan kasus ringan. Behel memerlukan kontrol yang rutin dengan mengganti karet ataupun kawat setiap bulan, namun aligner memerlukan ketelatenan dan kedisiplinan penggunanya untuk memakai aligner dalam jangka waktu tertentu dan mengganti aligner ke aligner berikutnya dalam waktu rata-rata 2 minggu. 

Jadi, ketahuilah dahulu kondisi gigi anda dengan berkonsultasi dengan dokter gigi spesialis orthodontik terbaik kepercayaan anda. BIA (Bali Implant Aesthetic) Dental Center hadir dengan fasilitas terbaik dan dokter gigi-dokter gigi terpercaya di bidangnya, termasuk spesialis orthodontik. Dengan mengetahui kebutuhan perawatan orthodontik sesuai dengan kondisi gigi anda, perawatan orthodontik dapat memberikan hasil yang optimal.

Categories
Uncategorized

Ini Berbagai Perbedaan Aligner Gigi dan Behel

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk merapikan struktur gigi, yaitu menggunakan aligner dan behel. Keduanya dinilai sama-sama mampu merapikan struktur gigi dengan baik. Lalu, apa perbedaan dari kedua perawatan ini?

Nah, tidak ada salahnya kamu ketahui berbagai manfaat dan perbedaan dari aligner gigi maupun behel. Ini dilakukan agar kamu dapat memilih salah satu perawatan tersebut sesuai dengan kebutuhan kamu.

Ketahui Perbedaan Aligner Gigi dan Behel

Aligner gigi dan behel atau kawat gigi memiliki persamaan dalam fungsinya yaitu memperbaiki struktur gigi agar kamu terhindar dari berbagai gangguan kesehatan pada gigi dan mengurangi risiko ketidaknyamanan pada gigi serta mulut.

Namun, banyak orang yang bingung untuk memilih di antara keduanya untuk memperbaiki keluhan kesehatan gigi yang dialaminya. Agar kamu tidak salah memilih, sebaiknya simak perbedaan antara aligner gigi dan behel, berikut ini:

  • Aligner bisa merapikan struktur gigi, tetapi perawatan ini tidak dapat mengatasi masalah gangguan gigi dan mulut secara menyeluruh.
  • Kawat gigi terbuat dari logam atau porselen, sedangkan aligner terbuat dari plastik.
  • Kawat gigi akan dipasang langsung pada gigi. Logam dan karet akan ditempelkan pada gigi untuk membantu gigi bergerak hingga ke posisi yang diinginkan. Sedangkan, aligner gigi dibuat khusus dengan bentuk menyerupai struktur gigi. Aligner akan membantu gigi untuk bergerak secara perlahan hingga membentuk struktur gigi yang diinginkan.
  • Behel merupakan perawatan dengan penggunaan yang cukup lama dan tidak dapat dilepas pasang hingga mencapai struktur gigi yang diinginkan. Aligner dapat dilepas pasang sesuai dengan kebutuhan.
  • Aligner bisa dilepaskan saat makan, sikat gigi, dan minum minuman panas. Sedangkan, behel tidur perlu dilepas saat makan, minum, hingga sikat gigi.
  • Aligner memiliki warna yang bening, sedangkan behel memiliki warna menyerupai logam.
  • Penggunaan aligner gigi dinilai lebih memerlukan sedikit kunjungan ke dokter gigi. Sedangkan, penggunaan behel memerlukan perawatan dan pantauan dokter gigi lebih sering untuk memastikan behel berfungsi dengan baik.
  • Banyak yang menilai aligner gigi lebih nyaman untuk digunakan dibandingkan dengan behel. Terkadang, penggunaan behel dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada area gusi dan mulut. Bahkan, tidak jarang dapat memicu sariawan.
  • Penggunaan behel membuat beberapa jenis makanan tidak dapat dikonsumsi secara langsung. Kamu juga perlu memastikan jenis makanan atau camilan yang bisa dikonsumsi secara aman saat penggunaan behel. Sedangkan, penggunaan aligner gigi tidak membatasi jenis makanan, karena kamu bisa membuka aligner saat akan mengonsumsi makanan tertentu.

Itulah beberapa perbedaan aligner gigi dan behel. Kedua perawatan tersebut harus dilakukan dengan pengawasan dokter gigi. Untuk itu, pastikan kamu mengunjungi rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan oleh dokter gigi.

Categories
Uncategorized

Penyebab Gigi Tonggos dan Cara mengatasinya

Orang-orang dengan gigi atas yang lebih maju dibandingkan gigi bawah dapat dikatakan memiliki gigi tonggos. Kondisi ini dapat membuat seseorang kesulitan menutup mulut dan kehilangan rasa percaya diri.

 

Untungnya, masih ada cara untuk merapikan gigi tonggos dan membuat anatomi gigi kembali normal. Simak lebih lanjut dalam informasi berikut ini.

Apa itu gigi tonggos?

Gigi tonggos yang dikenal juga dengan istilah gigitan berlebih (overbite) adalah kondisi ketika posisi gigi atas lebih maju dibandingkan gigi bawah.

 

Beda jarak yang normal antara deret gigi atas dengan bawah biasanya tidak terlalu kentara, tapi dapat dikatakan tonggos jika berjarak lebih dari 2 mm.

 

Seseorang dikatakan punya gigi tonggos bila memiliki salah satu dari kondisi berikut.

 

  • Ukuran rahang atas lebih besar dari ukuran normal, tapi ukuran rahang bawah normal.
  • Ukuran rahang atas normal, tapi ukuran rahang bawah lebih kecil dari normal.

 

Cara merapikan gigi tonggos

Selama tidak memengaruhi kehidupan Anda, gigi tonggos sebetulnya tidak memerlukan penanganan. Namun, jika Anda merasa terganggu, tidak ada salahnya untuk memperbaiki struktur gigi Anda.

 

Selain memperbaiki estetika gigi, perawatan ini juga bertujuan untuk mencegah komplikasi yang mungkin timbul.

 

Berikut pilihan cara merapikan gigi yang berantakan atau tonggos.

 

  1. Pemasangan kawat gigi

Pemasangan kawat gigi atau behel merupakan perawatan yang paling sering dianjurkan dokter untuk mengatasi gigi tonggos. Semakin dini perawatan ini dilakukan, hasilnya akan semakin baik.

 

Sebelum pasang kawat gigi, Anda harus melakukan beberapa sesi konsultasi dan menjalani rontgen gigi. Dengan cara ini, dokter dapat menilai apakah Anda memerlukan kawat gigi.

 

Durasi pemakaian behel berbeda setiap orang, tergantung tingkat kerusakan gigi. Anda juga perlu melakukan kontrol rutin selama pemakaian behel dan mungkin menghindari makanan tertentu sesuai anjuran dokter.

 

Setelah behel dilepas, Anda harus memakai retainer supaya susunan gigi tidak lagi bergeser.

 

  1. Invisalign

Invisalign dapat merapikan gigi tonggos untuk tingkatan ringan atau sedang. Alat satu ini terbuat dari plasting bening elastis yang didesain sesuai susunan gigi Anda yang bisa dilepas-pasang.

 

Idealnya, invisalign harus digunakan selama 20 sampai 22 jam sehari. Anda perlu melepasnya saat makan, minum minuman panas dan mengandung gula, serta saat membersihkan gigi.

 

Anda juga harus rajin membersihkan invisalign supaya tidak ada noda yang menempel pada alat ini.

 

  1. Operasi

Operasi ortognatik (rahang) bisa menjadi solusi terbaik untuk memperbaiki kelainan struktur rahang dan gigi yang parah. Dokter dapat memasang sebuah pelat atau sekrup untuk menstabilkan tulang rahang.

 

Sebelum menjalani prosedur operasi, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dulu ke dokter. Tanyakan semua hal yang ingin diketahui dan sampaikan pula kekhawatiran Anda terkait kondisi ini.

 

Dokter gigi dapat memberikan saran tentang pilihan perawatan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda.